Aterosklerosis( atherosclerosis ) dan Antihiperlipidemia
Aterosklerosis
adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding
arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam
arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran
darah mengalami kerusakan. Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari
kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak dapat
terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan
darah pada permukaan plak. Hal tersebut menyebabkan peredaran darah dan oksigen
dari arteri ke organ tubuh terhambat.Meski digolongkan sebagai
gangguan jantung, aterosklerosis sebenarnya dapat terjadi pada arteri di bagian
tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah
kesehatan di bagian-bagian tersebut. Terjadinya
aterosklerosis bisa berawal sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara
perlahan. Gejala membahayakan baru muncul ketika usia penderita
mencapai 50 atau 60 tahun. Kendati demikian, penyakit ini dapat dihindari
dan diatasi dengan perubahan gaya hidup.
Berikut ini beberapa gejala aterosklerosis yang perlu
diketahui:
1. Jika
Aterosklerosis terjadi di arteri jantung
Pada dasarnya pembuluh darah arteri di jantung memiliki fungsi
vital dalam mensuplai oksigen ke jantung. Jika pada pembuluh darah arteri
jantung tersebut muncul plak, maka penyempitan pada pembuluh darah akan
terjadi. Hal itulah yang kemudian disebut dengan aterosklerosis. Gejala umum
yang muncul jika terjadi aterosklerosis pada arteri jantung ialah angina atau
munculnya rasa sakit pada area dada akibat kurangnya suplai oksigen untuk
otot-otot jantung. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka yang harus dilakukan
adalah beristirahat, jangan terus beraktivitas karena hal tersebut malah akan
memperparah rasa sakitnya.
Aterosklerosis juga bisa terjadi pada arteri jantung terkecil,
keadaan itu disebut coronary microvascular disease (CMD). Gejala dari CMD itu
adalah angina, nafas pendek-pendek, gangguan tidur, kelelahan dan kurang
tenaga.
2. Aterosklerosis
pada arteri menuju otak
Gejala yang menyertai jika aterosklerosis terjadi pada pembuluh
darah yang menuju ke otak adalah mati rasa yang terjadi secara tiba-tiba pada
lengan dan kaki. Selain itu, gejala lain yang ditunjukkan adalah kesulitan
dalam berbicara atau bicara tidak jelas, serta terjadinya pengenduran otot-otot
wajah. Jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka dapat mengarah ke stroke.
Gejala lainnya adalah mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata,
kesulitan bernafas, hilang kesadaran serta sakit kepala yang terjadi tiba-tiba
dan sangat parah.
Sekarang aterosklerosis
tak lagi dianggap merupakan proses penuaan saja. Timbulnya “bercak-bercak
lemak” di dinding arteria koronaria merupakan fenomena alamiah bahkan sejak
masa kanak-kanak dan tidak selalu harus menjadi lesi aterosklerotik; terdapat
banyak faktor saling berkaitan yang dapat mempercepat proses aterogenik. Telah
dikenal beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis
koroner pada individu tertentu.
Factor resiko
Yang mutlak
«
Usia
«
Jenis Kelamin
«
Riwayat keluarga
Factor dinamis
·
Peningkatan lipid
·
Hipertensi
·
Merokok
·
DM
·
Obesitas
·
Gaya hidup
·
Stress
·
Tipe kepribadian
Faktor-faktor risiko lain masih dapat diubah,
sehingga berpotensi dapat memperlambat proses aterogenik. Faktor-faktor
tersebut adalah peningkatan kadar lipid serum, hiper-tensi, merokok, gangguan
toleransi glukosa dan diet tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan kalori. Penyakit
jantung akibat insufisiensi aliran darah koroner
dapat dibagi
menjadi 3 jenis yang hampir serupa.
·
Penyakit jantung arteriosklerotik
·
Angina pektoris
·
Infark miokardium
HIPERLIPIDEMIA
Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2,
yaitu :
1. Hiperlipidemia Primer
Banyak disebabkan oleh
karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan
laboratorium secara kebetulan. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada
keadaan yang agak berat tampak adanya Xantoma (penumpukan lemak di bawah
jaringan kulit).
2. Hiperlipidemia Sekunder
Pada jenis ini, peningkatan
kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misal : diabetes mellitus,
gangguan tiroid, penyakit hepar, dan penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder
bersifat reversible ( berulang ). Ada juga obat-obatan yang menyebabkan
gangguan metabolisme lemak, seperti β – Bloker , diuretik, kontrasepsi
oral (estrogen, gestagen). Tipe-tipe hiperlipidemia antara lain:- Tipe I hiperlipoproteinemia adalah bentuk hiperlipoproteinemia terkait dengan defisiensi lipoprotein lipase. Hiperkilomikronemia masif padawaktu puasa walaupun jumlah lemak dalam keadaan normal Menyebabkan peningkatan triasilgliserol serum yang sangat tinggi
- Hyperlipoproteinemia tipe II, sejauh ini merupakan bentuk paling umum, adalah lebih diklasifikasikan menjadi tipe IIa dan IIb jenis, tergantung terutama pada apakah ada elevasi di tingkat trigliserida selain kolesterol LDL.
7 PEMBAGIAN
OBAT – OBATAN
Penggolongan obat-obat yang dapat
menurunkan lipoprotein plasma :
•Asamfibrat(ex. Klofibrat, Gemfibrozil)
•Resin(ex. Kolestiramin , Kolestipol)
•PenghambatHMGCoAReduktase
•AsamNikotinat(ex.Niasin)
•Probukol
•Golongan Lain-lain(ex. NeomisinSulfat,
Beta Sitosterol,Dekstrotiroksin,
&Bekatul).
Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan
kelebihan lipida darah (Hiperlipidemia) biasanya ditujukan untuk (1) menurunkan
produksi lipoprotein oleh jaringan, (2) meningkatkan perombakan (katabolisme)
lipoprotein dalam plasma, (3) mempercepat bersihan kolesterol dari tubuh.
Obat-obat dapat digunakan tunggal atau kombinasi, tetapi harus disertai diet
rendah lipid, terutama kolesterol dan lemak jenuh.
DAFTAR PUSTAKA
Sibernagl S, Lang F. Teks &
Atlas Patofisiologi: Penyakit Jantung Koroner. Jakarta: EGC, 2007. P. 218-20,
286, 290.
Kumar, Abbas, Fausto, Aster.
Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease: Blood Vessels. 8th ed.
Philadelphia: Saunders Elsevier; 2010. P. 496-8.
Aaronson PI, Ward JPT. At a Glance
Sistem Kardiovaskular. 3th ed. Jakarta: Erlangga Medical Series;2010. P. 74-5.
Theroux P:
Pathophysiology of coronary artery disease. Circulation 111:3481, 2005
Miller DT et
al: Atherosclerosis: The path from genomics to therapeutics. J Am Coll Cardiol 49:1589, 2007 [PMID: 17433948]
Berliner JA,
Watson AD: A role for oxidized phospholipids in atherosclerosis. N Engl J Med
353:9, 2005
GLASS
CK,WITZTUM JL: Atherosclerosis. The road ahead. Cell 104:503, 2001
LIBBY P:
Current concepts of the pathogenesis of the acute coronary syndromes.
Circulation 104:365, 2001
et al:
Inflammation and atherosclerosis. Circulation 105:1135, 2002 LUSIS AJ:
Atherosclerosis.
Nature 407:233, 2000
PERTANYAAN
1.Apa saja penangan aterosklerosis dapat dilakukan selain dari perubahan gaya hidup?
2.Bagaimana mekanisme terbentuknya aterosklerosis?
3.Apa saja faktor lain yang dapat menyebabkan aterosklerosis?
4.Bagaimana pencegahan dari penyakit aterosklerosis itu sendiri?
5.Apa saja obat yang dapat mengobati aterosklerosis?
6.Bagaimana mekanisme hiperlipidemia?
7.Bagaimana mekanisme kerja obat dari prabukol dalan penceghan hiperlipidemia dengan cara penurunan kadar lipoprotein?
8.Apa- apa saja contoh obat dari Penghambat HMG CoA Reduktase?
6.Bagaimana mekanisme hiperlipidemia?
7.Bagaimana mekanisme kerja obat dari prabukol dalan penceghan hiperlipidemia dengan cara penurunan kadar lipoprotein?
8.Apa- apa saja contoh obat dari Penghambat HMG CoA Reduktase?
Hay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.
BalasHapusPerubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.
Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:
Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
pada prosedur operasi,,contoh operasi apa-apa saja yg dapt dilakukan dalam penanganan aterosklerosis?
Hapussebelumnya terimakasih atas jwbannya dyah
Hapushay, saya mau mencoba mejawab pertanyaan nomor 5, jadi obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati atherosklerosis diantaranya adalah:
BalasHapusObat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
terimaksih atas jawabanya dilla
Hapusmekanisme dari obat asam fibrat itu bagaimana?
HapusHai dian saya akan mencoba menjawab nomor 6.
BalasHapusMekanisme terjadinya hiperlipidemia Dalam keadaan normal konsumsi lemak (fat) sekitar 80-120 g/hari. Lemak ini akan dihidrolisis oleh enzim lipase dari pankreas, diserap oleh sel mukosa usus halus dan disekresikan ke dalam saluran limfe mesenterikus dalam bentuk kilomikron.
terimaksih atas jwabannya,sngt bermanfaat sekali
HapusHello dian saya akan menjawab no 2 yaitu : Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak berkembang pada arteri koroner. Pembuluh darah arteri ini membawa darah yang kaya oksigen ke jantung. Plak yang berkembang dalam arteri koroner dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung.
BalasHapusterimakasih atas jwbanya
HapusHello dian saya akan mecoba menjawab no 8.
BalasHapusSimvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.
apakah ada contoh obat lain selain itu dan bagaimana mekanisme nya?
HapusHay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.
BalasHapusPerubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.
Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:
Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
utk pengan aterosklerosis dg operasi apa saja contoh ny?
Hapussebelumnya terimakasih ats jwbnya
HapusHai dian informasi sangat bermanfaat dan penulisan nya sangat bagus. Makasih informasinya
BalasHapusiya sma2 terimakasih kembali ya
HapusNo 8
BalasHapusHello dian saya akan mecoba menjawab no 8.
Simvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.
terimaksih atas jwbnnya bella,,bgaimana menurut bella meknisme kerja obat dari HMG CoA reduktase itu sendri?
Hapussebelumnya terimakasih atas jwbannya
Hapushay, saya mau mencoba mejawab pertanyaan nomor 5, jadi obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati atherosklerosis diantaranya adalah:
BalasHapusObat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
terimaksih ats jwbannya irma
HapusHai dian informasi sangat bermanfaat dan penulisan nya sangat bagus. Makasih informasinya
BalasHapusterimaksih ovi
Hapus1. dengan mngkonsumsi obat. Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
BalasHapusObat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
terimakasih ats jwbannya anggi
HapusHay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.
BalasHapusPerubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.
Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:
Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
terimaksih asima,,jwbannya sngat bermanfaat sekali
HapusHaii dian artikel nya sangat membantu
BalasHapusterimakasih kk roly
HapusHai dian
BalasHapusSaya bantu jawab no 3 ya
Penyebab asteroklotosisis
1.diabetes
2.tekanan darah tinggi
3.obesitas
apakah ada yang lain selain dari penyakit yg kk sebutkan?
HapusHai dian
BalasHapusSaya bantu jawab no 3 ya
Penyebab asteroklorpsos
1.diabetes
2.tekanan darah tinggi
3.obesitas
terimakasih kk ai ats jawbannya
HapusHay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.
BalasHapusPerubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.
Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:
Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
terimakasih atas jwbannya arion,,sangat membantu sekali
HapusHallo Dian.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 8.
Contoh obatnya yaitu:
1. Lovastatin (Mevinacor)
2. Pravastatin (Pravasin, Liprevil)
3. Simvastatin (Denan, Zocor)
4. Fluvastatin (Cranoc, LOCOL)
5. Atorvastatin (Sortis)
6. Cerivastatin (LIPOBAY, Zena)
terimakasih atas jwbannya,,bagaimana mekanisme kerja dari lovastatin itu sendiri?
HapusHay dian saya akan membantu menjawab no 1
BalasHapusCara mengatasi arterosklelosis adalah dapat menggunakan herbal mengonsumsi temulawak sesuai dosis.
terimakasih atas jwbannya kk yupi
Hapus1. dengan mngkonsumsi obat. Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
BalasHapusObat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.
terimakasih atas jwabannya halimah
HapusHai dian saya akan mencoba menjawab nomor 6.
BalasHapusMekanisme terjadinya hiperlipidemia Dalam keadaan normal konsumsi lemak (fat) sekitar 80-120 g/hari. Lemak ini akan dihidrolisis oleh enzim lipase dari pankreas, diserap oleh sel mukosa usus halus dan disekresikan ke dalam saluran limfe mesenterikus dalam bentuk kilomikron.
Apakah ada penywbab lain dari mekanisme trbentuknya hiperlipidemia
HapusHh dian artikelnya cukup lengkap saya mudah memahaminya
BalasHapusmakasi fiza
Hapus
BalasHapusPenyebab asteroklotosisis
1.diabetes
2.tekanan darah tinggi
3.obesitas
terimaksih atas jwbanya kk lea,sngat membntu sekli
Hapusapakh ad penyebab lain yg dapt menyebabkan aterosklerosis?
Hapus
BalasHapusFactor resiko
Yang mutlak
« Usia
« Jenis Kelamin
« Riwayat keluarga
Factor dinamis
· Peningkatan lipid
· Hipertensi
· Merokok
· DM
terimakasih kk atas jawabannya
HapusPemaparan yang sangat menarik dian. Dan membantu saya dalam mengerjakan tugas. Terimaksih
BalasHapuswahh terimaksih kembali ya aziz
HapusHai dian. sya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 8.
BalasHapusInhibitor HMG-CoA (Hidroksimetilglutaril koenzim A) Reduktase
Termasuk golongan ini adalah Lovastatin, Pravastatin, Simvastatin dan Fluvastatin.
terimakasih
Bagaimana meknisme krja obat dri lovastatin tersebut?
HapusHello dian saya akan mecoba menjawab no 8.
BalasHapusSimvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.
Terimakasih atas jwbannya
HapusHaii dian, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
BalasHapusTerimaksih yaa
Aterosklerosis juga merupakan penyakit degeneratif
BalasHapusHallo Diaaan. Informasi yang diberikan sangat bermanfaat. terimakasih saudara dian :)
BalasHapusArtikel nya sangat membantu dan menambah wawasan bagi banyak orang kak 👍👍👍
BalasHapusmakasih dian pengetahuannya
BalasHapusMaterinya bermanfaat dn mudah di pahami
BalasHapus