Aterosklerosis( atherosclerosis ) dan Antihiperlipidemia

Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah).  Plak dapat terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Hal tersebut menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat.Meski digolongkan sebagai gangguan jantung, aterosklerosis sebenarnya dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut. Terjadinya aterosklerosis bisa berawal sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara perlahan. Gejala membahayakan baru muncul ketika usia penderita mencapai 50 atau 60 tahun. Kendati demikian, penyakit ini dapat dihindari dan diatasi dengan perubahan gaya hidup.
Berikut ini beberapa gejala aterosklerosis yang perlu diketahui:
1. Jika Aterosklerosis terjadi di arteri jantung
Pada dasarnya pembuluh darah arteri di jantung memiliki fungsi vital dalam mensuplai oksigen ke jantung. Jika pada pembuluh darah arteri jantung tersebut muncul plak, maka penyempitan pada pembuluh darah akan terjadi. Hal itulah yang kemudian disebut dengan aterosklerosis. Gejala umum yang muncul jika terjadi aterosklerosis pada arteri jantung ialah angina atau munculnya rasa sakit pada area dada akibat kurangnya suplai oksigen untuk otot-otot jantung. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka yang harus dilakukan adalah beristirahat, jangan terus beraktivitas karena hal tersebut malah akan memperparah rasa sakitnya.
Gejala Aterosklerosis
Aterosklerosis juga bisa terjadi pada arteri jantung terkecil, keadaan itu disebut coronary microvascular disease (CMD). Gejala dari CMD itu adalah angina, nafas pendek-pendek, gangguan tidur, kelelahan dan kurang tenaga.

2. Aterosklerosis pada arteri menuju otak
Gejala yang menyertai jika aterosklerosis terjadi pada pembuluh darah yang menuju ke otak adalah mati rasa yang terjadi secara tiba-tiba pada lengan dan kaki. Selain itu, gejala lain yang ditunjukkan adalah kesulitan dalam berbicara atau bicara tidak jelas, serta terjadinya pengenduran otot-otot wajah. Jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka dapat mengarah ke stroke. Gejala lainnya adalah mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata, kesulitan bernafas, hilang kesadaran serta sakit kepala yang terjadi tiba-tiba dan sangat parah.
Sekarang aterosklerosis tak lagi dianggap merupakan proses penuaan saja. Timbulnya “bercak-bercak lemak” di dinding arteria koronaria merupakan fenomena alamiah bahkan sejak masa kanak-kanak dan tidak selalu harus menjadi lesi aterosklerotik; terdapat banyak faktor saling berkaitan yang dapat mempercepat proses aterogenik. Telah dikenal beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis koroner pada individu tertentu.
Factor resiko
      Yang mutlak
«        Usia
«        Jenis Kelamin
«        Riwayat keluarga
  Factor dinamis
·         Peningkatan lipid
·         Hipertensi
·         Merokok
·         DM
·         Obesitas
·         Gaya hidup
·         Stress
·         Tipe kepribadian
Faktor-faktor risiko lain masih dapat diubah, sehingga berpotensi dapat memperlambat proses aterogenik. Faktor-faktor tersebut adalah peningkatan kadar lipid serum, hiper-tensi, merokok, gangguan toleransi glukosa dan diet tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan kalori. Penyakit jantung akibat insufisiensi aliran darah koroner
dapat dibagi menjadi 3 jenis yang hampir serupa.
·         Penyakit jantung arteriosklerotik
·         Angina pektoris
·         Infark miokardium

HIPERLIPIDEMIA
Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Hiperlipidemia Primer
Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak adanya Xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit).
2. Hiperlipidemia Sekunder
Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misal : diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit hepar, dan penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversible ( berulang ). Ada juga obat-obatan yang menyebabkan gangguan metabolisme lemak, seperti β – Bloker , diuretik, kontrasepsi oral  (estrogen, gestagen). Tipe-tipe hiperlipidemia antara lain:

  •       Tipe I hiperlipoproteinemia adalah bentuk hiperlipoproteinemia terkait dengan defisiensi lipoprotein lipase. Hiperkilomikronemia masif padawaktu puasa walaupun jumlah lemak dalam keadaan normal Menyebabkan peningkatan triasilgliserol serum yang sangat tinggi
  •        Hyperlipoproteinemia tipe II, sejauh ini merupakan bentuk paling umum, adalah lebih diklasifikasikan menjadi tipe IIa dan IIb jenis, tergantung terutama pada apakah ada elevasi di tingkat trigliserida selain kolesterol LDL.

7   PEMBAGIAN OBAT – OBATAN

Penggolongan obat-obat yang dapat menurunkan lipoprotein plasma :
•Asamfibrat(ex. Klofibrat, Gemfibrozil)
•Resin(ex. Kolestiramin , Kolestipol)
•PenghambatHMGCoAReduktase
•AsamNikotinat(ex.Niasin)
•Probukol
•Golongan Lain-lain(ex. NeomisinSulfat, Beta Sitosterol,Dekstrotiroksin, &Bekatul).      

Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan kelebihan lipida darah (Hiperlipidemia) biasanya ditujukan untuk (1) menurunkan produksi lipoprotein oleh jaringan, (2) meningkatkan perombakan (katabolisme) lipoprotein dalam plasma, (3) mempercepat bersihan kolesterol dari tubuh. Obat-obat dapat digunakan tunggal atau kombinasi, tetapi harus disertai diet rendah lipid, terutama kolesterol dan lemak jenuh.
DAFTAR PUSTAKA
      Sibernagl S, Lang F. Teks & Atlas Patofisiologi: Penyakit Jantung Koroner. Jakarta: EGC, 2007.                          P. 218-20, 286, 290.
    Kumar, Abbas, Fausto, Aster. Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease: Blood Vessels.                           8th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2010. P.  496-8.
   Aaronson PI, Ward JPT. At a Glance Sistem Kardiovaskular. 3th ed. Jakarta: Erlangga Medical                            Series;2010. P. 74-5.
   Theroux P: Pathophysiology of coronary artery disease. Circulation 111:3481, 2005
  Miller DT et al: Atherosclerosis: The path from genomics to therapeutics. J Am Coll Cardiol                                   49:1589, 2007 [PMID: 17433948]
   Berliner JA, Watson AD: A role for oxidized phospholipids in atherosclerosis. N Engl J Med 353:9,                       2005
   GLASS CK,WITZTUM JL: Atherosclerosis. The road ahead. Cell 104:503, 2001
   LIBBY P: Current concepts of the pathogenesis of the acute coronary syndromes. Circulation                              104:365, 2001
   et al: Inflammation and atherosclerosis. Circulation 105:1135, 2002 LUSIS AJ: Atherosclerosis.   
                        Nature 407:233, 2000

PERTANYAAN
1.Apa saja penangan aterosklerosis dapat dilakukan selain dari perubahan gaya hidup?
2.Bagaimana mekanisme terbentuknya aterosklerosis?
3.Apa saja faktor lain yang dapat menyebabkan aterosklerosis?
4.Bagaimana pencegahan dari penyakit aterosklerosis itu sendiri?
5.Apa saja obat yang dapat mengobati aterosklerosis? 
6.Bagaimana mekanisme hiperlipidemia?
7.Bagaimana mekanisme kerja obat dari prabukol dalan penceghan hiperlipidemia dengan cara penurunan kadar lipoprotein?
8.Apa- apa saja contoh obat dari Penghambat HMG CoA Reduktase? 


Komentar

  1. Hay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.

    Perubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.

    Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:

    Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada prosedur operasi,,contoh operasi apa-apa saja yg dapt dilakukan dalam penanganan aterosklerosis?

      Hapus
    2. sebelumnya terimakasih atas jwbannya dyah

      Hapus
  2. hay, saya mau mencoba mejawab pertanyaan nomor 5, jadi obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati atherosklerosis diantaranya adalah:
    Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
  3. Hai dian saya akan mencoba menjawab nomor 6.
    Mekanisme terjadinya hiperlipidemia Dalam keadaan normal konsumsi lemak (fat) sekitar 80-120 g/hari. Lemak ini akan dihidrolisis oleh enzim lipase dari pankreas, diserap oleh sel mukosa usus halus dan disekresikan ke dalam saluran limfe mesenterikus dalam bentuk kilomikron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih atas jwabannya,sngt bermanfaat sekali

      Hapus
  4. Hello dian saya akan menjawab no 2 yaitu : Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak berkembang pada arteri koroner. Pembuluh darah arteri ini membawa darah yang kaya oksigen ke jantung. Plak yang berkembang dalam arteri koroner dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung.

    BalasHapus
  5. Hello dian saya akan mecoba menjawab no 8.
    Simvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah ada contoh obat lain selain itu dan bagaimana mekanisme nya?

      Hapus
  6. Hay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.

    Perubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.

    Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:

    Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. utk pengan aterosklerosis dg operasi apa saja contoh ny?

      Hapus
    2. sebelumnya terimakasih ats jwbnya

      Hapus
  7. Hai dian informasi sangat bermanfaat dan penulisan nya sangat bagus. Makasih informasinya

    BalasHapus
  8. No 8



    Hello dian saya akan mecoba menjawab no 8.
    Simvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih atas jwbnnya bella,,bgaimana menurut bella meknisme kerja obat dari HMG CoA reduktase itu sendri?

      Hapus
    2. sebelumnya terimakasih atas jwbannya

      Hapus
  9. hay, saya mau mencoba mejawab pertanyaan nomor 5, jadi obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati atherosklerosis diantaranya adalah:
    Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
  10. Hai dian informasi sangat bermanfaat dan penulisan nya sangat bagus. Makasih informasinya

    BalasHapus
  11. 1. dengan mngkonsumsi obat. Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
  12. Hay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.

    Perubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.

    Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:

    Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih asima,,jwbannya sngat bermanfaat sekali

      Hapus
  13. Haii dian artikel nya sangat membantu

    BalasHapus
  14. Hai dian
    Saya bantu jawab no 3 ya
    Penyebab asteroklotosisis
    1.diabetes
    2.tekanan darah tinggi
    3.obesitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah ada yang lain selain dari penyakit yg kk sebutkan?

      Hapus
  15. Hai dian
    Saya bantu jawab no 3 ya
    Penyebab asteroklorpsos
    1.diabetes
    2.tekanan darah tinggi
    3.obesitas

    BalasHapus
  16. Hay Dian saya coba jawab nomor 1 Penangan aterosklerosis dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur operasi.

    Perubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Penderita dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.

    Selain perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan juga penting untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Di antaranya adalah:

    Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas jwbannya arion,,sangat membantu sekali

      Hapus
  17. Hallo Dian.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 8.
    Contoh obatnya yaitu:
    1. Lovastatin (Mevinacor)
    2. Pravastatin (Pravasin, Liprevil)
    3. Simvastatin (Denan, Zocor)
    4. Fluvastatin (Cranoc, LOCOL)
    5. Atorvastatin (Sortis)
    6. Cerivastatin (LIPOBAY, Zena)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas jwbannya,,bagaimana mekanisme kerja dari lovastatin itu sendiri?

      Hapus
  18. Hay dian saya akan membantu menjawab no 1
    Cara mengatasi arterosklelosis adalah dapat menggunakan herbal mengonsumsi temulawak sesuai dosis.

    BalasHapus
  19. 1. dengan mngkonsumsi obat. Obat untuk pencegah pembekuan darah yang menghambat arteri. Obat yang mungkin diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin.
    Obat penurun tekanan darah. Obat yang mungkin diberikan adalah penghambat beta (beta blockers), penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers), dan diuretik guna meningkatkan laju urin
    Obat penurun kadar kolesterol jahat (LDL), seperti misalnya statin dan asam fibrat.
    Obat penghambat enzim angiostensin (ACE inhibitors). Obat ini dapat meredakan perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah penyempitan arteri.
    Obat-obatan lain untuk mengendalikan kondisi medis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis, misalnya obat diabetes.

    BalasHapus
  20. Hai dian saya akan mencoba menjawab nomor 6.
    Mekanisme terjadinya hiperlipidemia Dalam keadaan normal konsumsi lemak (fat) sekitar 80-120 g/hari. Lemak ini akan dihidrolisis oleh enzim lipase dari pankreas, diserap oleh sel mukosa usus halus dan disekresikan ke dalam saluran limfe mesenterikus dalam bentuk kilomikron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah ada penywbab lain dari mekanisme trbentuknya hiperlipidemia

      Hapus
  21. Hh dian artikelnya cukup lengkap saya mudah memahaminya

    BalasHapus

  22. Penyebab asteroklotosisis
    1.diabetes
    2.tekanan darah tinggi
    3.obesitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih atas jwbanya kk lea,sngat membntu sekli

      Hapus
    2. apakh ad penyebab lain yg dapt menyebabkan aterosklerosis?

      Hapus

  23. Factor resiko
    Yang mutlak
    « Usia
    « Jenis Kelamin
    « Riwayat keluarga
    Factor dinamis
    · Peningkatan lipid
    · Hipertensi
    · Merokok
    · DM

    BalasHapus
  24. Pemaparan yang sangat menarik dian. Dan membantu saya dalam mengerjakan tugas. Terimaksih

    BalasHapus
  25. Hai dian. sya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 8.
    Inhibitor HMG-CoA (Hidroksimetilglutaril koenzim A) Reduktase
    Termasuk golongan ini adalah Lovastatin, Pravastatin, Simvastatin dan Fluvastatin.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana meknisme krja obat dri lovastatin tersebut?

      Hapus
  26. Hello dian saya akan mecoba menjawab no 8.
    Simvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.

    BalasHapus
  27. Haii dian, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
    Terimaksih yaa

    BalasHapus
  28. Aterosklerosis juga merupakan penyakit degeneratif

    BalasHapus
  29. Hallo Diaaan. Informasi yang diberikan sangat bermanfaat. terimakasih saudara dian :)

    BalasHapus
  30. Artikel nya sangat membantu dan menambah wawasan bagi banyak orang kak 👍👍👍

    BalasHapus
  31. Materinya bermanfaat dn mudah di pahami

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAPID (randomized pharmacophore identification for drug design)